Kesel… Pengen Nangis…

TangiskuPernahkah Dia Respon ?

Belakangan ini kecepatan duplikasi rasa keselku ke dia agak meningkat. Gimana enggak ? sekarang sebentar2 dia marah 😦  udah gitu cuma minta dia sedikit care, lebih lembut aja susah setengah mati. Selalu bilang gak bisa, tapi mana dia pernah nyoba ???? Kadang ngerasa sakit hati juga tiap kali dia sibuk, atau dengan dalih sibuk tapi gak mau diganggu trus bentak2 gitu. Apa dia pikir aku ini pembantu yang bisa dia bentak saat dia pengen ? tapi aku bisa apa ? protes, malah tambah dibentak…. diem, ya tambah dicuekin. Kayak kemaren, kami baru aja ngakak2 ketawa, tapi setelah dia sampe rumah, dia marah2 karena aku minta dia ceritaabis dia marah2, aku diem pun dia merasa sama sekali gak bersalah main marah mendadak gitu. Sepanjang sejarahku, inilah periode beratku, SERING DIBENTAK. Sedangkan papaku yang membesarkan aku sejak bayipun bisa dihitung pake jari mbentakin aku 😦 aku sudah berusaha beradaptasi dengan keadaan ini, tapi terlalu berat. Aku tak biasa dibentak

Kualat apa aku sama orang tuaku sampe laki2 yang aku pilih sebagai suami sampe kayak gitu ya ? Aku pengen dia jadi sosok yang lebih lembut, gak dikit2 mbentak, romantis dikit lah, bersikap lebih manis lah. Menghargai aku sebagai ceweknya, calon istrinya, calon pendamping hidupnya. Aku takut setelah menikah nanti kebiasaannya main bentak semakin kental 😦 Jujur, aku takut, setelah tahu dia bisa seperti ini padaku.

Aku sering bertanya dalam hati, sesungguhnya dia memang gak tau gimana caranya memperlakukan aku sebagai calon istrinya ato karena dia memang gak mau ????? Pengen nangiskesel ? iyasedih ? iyabertanya2iya

Aku menangis pun dia gak bisa sedikit berempati. Meraih tanganku ato coba menghapus air matakuTangisku hampir tak pernah dia respon…. Rasanya sekarang pengen teriak sekenceng2nya…. AKU KESEL ! AAAAARRRRRGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH…. !!!!!!!!!!!!!!

Entah harus dikatakan pada siapa semua keluhan inimulutku lelah meminta, air mataku pun sudah terlalu sering bergulir karena sikapnya padaku akhir2 ini yang semakin tak ku mengerti.

Dia… laki2 yang ku pilihternyata begitu keras dan bisa dengan enteng membentakku tanpa rasa bersalah sama sekali. Bahkan untuk memintanya say I Love You perlu perjuangan, dan minta dia memujiku manis sekali ajapesimis dah… memuji gadis lain manis, dia bisa. Memujiku sekali aja sekarang gak pernah, gak mau, cuma jaman2 pedekate dia lakukan itu. Hiks.. Hiks

Orang lain bisa bilang aku manis, tapi kenapa justru dia gak mau ????? Nasib

Iklan

Terakhir…

Seharian aku berpikir… protesku padanya mungkin membuatnya justru semakin kebal. Semakin membuatnya menutup telinga, membuatnya semakin malas mendengarku. Jalan terakhirku, diam…

Diam menahan sakit fisik, diam menahan rasa tertekan… nasehat seorang senior memang benar, jalan terakhir cuma diam. Jika dia memang dibukakan hatinya, dia akan mengerti mengapa aku begitu bawel melontarkan protes. Itu ‘jika ‘ya’, jika ‘tidak’ ????

Jalan terakhirku… Jalan keluarku… Pilihan terakhirku…

Semoga itu tepat dan bisa menyadarkannya. Membuatnya kembali menjadi dia yang dulu.

Wedding…

Aku semakin tidak paham dengannya. Menurut jalan pikiranku, ketika dua orang akan menikah, berarti bukan hanya antara pria dan wanita saja yang menikah, tapi juga antara dua keluarga jadi satu. Saat ada ganjalan, bukankah lebih baik diungkapkan ? apalagi dari satu pihak sudah membuka pintu untuk saling sharing. Bukannya diam, senyum seolah gak papa tapi nyatanya di laen kesempatan jadi bersikap gak begitu welcome.

Bukan cuma masalah keluarga aja, aku juga semakin gak jelas dengan sikapnya. Kenapa belakangan ini justru sering aku lihat sikap dinginnya ? semakin mendekati hari H kok justru ada masalah kayak begini sih ? Aku berusaha lugas berterus terang mengatakan keluhanku, tapi apa responnya ? kalo gak super flat ya jawaban mengambang ato cuma penjelasan secuil aja.

 

My dream about my wedding

Orang bilang kalo mau menikah, pasti ada aja kerikil2nya, malah jadi sering ribut. Mungkin juga sekarang yang aku alami sekarang tuh ya kayak gitu. Ribut2 kecil sih gak papa asal dua belah pihak tetep konsisten jaga hati, konsisten ama komitmen semula.

 

Menikah, bukan cuma antara aku dan dia. Tapi seharusnya juga antara dua keluarga. Ketika masih terjaga jarak, bukankah sepantasnya ada usaha untuk lebih menghilangkan jarak yang terbentang dan lebih menguatkan ikatan ?

Aku merasa dia seperti masih menganggapku asing karena dia sempat bilang kalo gak perlu terlalu jauh sampe level keluarga, hubungan kami pun ternyata masih perlu di perbaiki. Ternyata dia masih menganggap hubungan kami masih gak beres… padahal kami telah lalui sejauh ini dan menikah juga sudah ditentukan tanggalnya. Kenapa dia sampe hati mengatakan hal itu ?

Dia terlalu sering melukai hatiku tanpa dia sadari.

Ucapannya tentang komitmen sampe mati, gak akan ada pihak ketiga adalah peganganku. Peganganku sampe mati…

 

P.E.N.G.K.H.I.A.N.A.T

Kadang denger orang kesal bilang ‘susah jadi manusia’, hari ini baru bisa mendefinisikannya sekarang. Ternyata manusia susah untuk jadi manusia, manusia yang berakhlak baik.

Katanya manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna karena dia punya akal dan pikiran, tapi ketika manusia kehilangan akal dan pikirannya dia bisa merubah dirinya jadi seorang PENGKHIANAT !

Menurut Teori...

Menurut seorang psikolog, PENGKHIANAT di definisikan sebagai seseorang yang berubah posisi. Dari yang semula baik menjadi tidak baik, dari yang semula mendukung jadi nggak mendukung dengan alasan irrasional, dari yang semula merangkul jadi tiba-tiba menendang tanpa ba bi bu, dari yang berwajah manis ternyata menusuk dari belakang.

Hadiah dari Si PENGKHIANAT

Hadiah Dari Si PENGKHIANAT

PENGKHIANAT melakukan hal abnormal yang melukai sesamanya dari belakang, sangat nggak sportif, mental pengecut. Penyebabnya ada beberapa hal. Diantaranya tidak puas dengan situasi saat ini, dendam, sakit hati, tersinggung dan masih banyak lagi.

Ternyata…

Benar-benar mengelus dada, orang yang ku kenal baik (seharusnya sih begitu…) ternyata seorang PENGKHIANAT !!!!!!!!! Seseorang yang beraninya main belakang dan gak mau terang-terangan mengakui bahwa dia adalah pelakunya, dia memang melakukannya.

Aku gak pernah berpikir akan seperti itu pada akhirnya. Gak pernah berpikir akan ditusuk dari belakang. Gak pernah berpikir bunga mawar itu akan ditusukkan tangkainya padaku.

Rasanya….

Aku mencoba mengurai benang kusut, mencari sebabnya, kenapa ada pengkhianatan ini. Dan belajar dari teori psikologi yang aku baca, rasanya aku tahu apa alasannya dia menusukku dari belakang. Menjadi PENGKHIANAT bagiku. Rasanya sangat sakit mengahadapi fakta bahwa wajah manis itu adalah wajah PENGKHIANAT. Rasanya sulit dipercaya, tapi itu adalah fakta.

Sekali saja…

Dalam hidupku selalu ada tiga kali kesempatan. Apapun itu jenisnya karena aku berpikir manusia menjalani tiga fase dalam hidupnya. Pertama, saat dia baru dilahirkan, masih polos dan gak tau apa-apa. Kedua, saat dia belajar mengenal dunia dan menjadi dewasa. Dan yang ketiga saat dia telah beranjak tua dengan segala pengalamannya. Bagiku semua ada kesempatan yang ketiga. Tapi untuk sebuah PENGKHIANATAN… untuk seorang PENGKHIANAT,  jangankan yang kedua, SEKALI SAJA sudah cukup. Seorang PENGKHIANAT selamanya akan menjadi PENGKHIANAT. PENGKHIANAT tidak akan pernah kembali menjadi pribadi yang berakhlak. Bukan maksud mendendam tapi perilakunya sudah sangat menyakitkan, gak bisa di tolerir. Mungkin wajah ini akan tetap tersenyum padanya, mulut akan tetap bersapa padanya, karena dia selamanya akan tetap di depanku, tapi wajah itu tidak lagi sama seperti dulu. Padanya terbersit benci. Benci sampai mati.

Semoga karma akan dia terima atas PENGKHIANATAN ini….