IGD… Deja Vu…

Hari ini aku terkapar lemah di kamar, gak masuk kerja. Semalem terkapar lebih lemah lagi di ranjang Instalasi Gawat Darurat RS Sardjito. Demam tinggi, mual, muntah, pusing, badan sakit semua… whuaahhh… rasanya gak enak blass.Ditemenin suami ama mama aku ke RS. Di sana aku di suntik sekali, harus nunggu setengah jam sampe satu jam untuk melihat reaksinya. Setengah jam, 45 menit, dokter balik lagi dan rasa mual itu gak ilang2 juga. Dokter bilang, aku butuh di suntik sekali lagi. Tapi, suamiku dah menunjukkan sikap gelisahnya. Ya, dia harus balik ke Gunung Sempu lagi buat prajab. Akhirnya, dari pada dikemudian hari aku tambah dijadikan pesakitan yang diomel2in karena aku telah menghambat dia prajab, aku memaksa pulang. Sedih, yang dia pikirkan cuma balik ke Gn. Sempu aja… balik…balik… dan balik. Abis beliin resep ke K-24, makan, trus cabut. Waktu pamit naek motor ninggalin rumah pun reaksinya datar. Gak ada perasaan berat ninggalin istri yang lagi sakit ato gimana ya ? gak tau juga.

IGD... Aku kembali...

Pagi ini pun, dia gak nelpon nanyain langsung, gimana perkembanganku. Cukup via sms. Maklum, slaen sibuk prajab ama temen2 di Gn. Sempu, sekarang dia lagi demam Facebook lagi. Kayak ABG deh. Dikit2 buka FB, ngalah2in aku. Dalam sehari kemaren, FB-nya nonstop dibuka. Mo ngerjain KTI aja masih sempat ter-pending FB lagi. ‘OL buka FB mungkin bisa, tapi telpon istri sakit barang 10 menit kok gak sempat, Mas ?’ Aku sakit dan responnya kayak gini dah terlalu sering. Semoga aja dia segera sadar ninggal istri sakit di rumah mertua.

deja_vu... aku benci...

Deja Vu… i hate you… dulu juga pernah kayak gini. Bedanya yang nganter ke Sardjito adek sepupu ama sahabat deketku, tapi respon suamiku yang waktu itu masih pacar, sama. Konfirmasi cukup via sms. Jadi males liat smsnya. Males semales2nya, kok gak ada perbaikan ya perilakunya yang satu ini ? bukannya mau rewel, tapi tak kira jadi suami tuh ada kecemasan lebih kalo istrinya sakit, apalagi dia liat dengan mata kepala sendiri gimana istrinya muntah2, lemes, merintih kesakitan.

HHhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh………………
Aku pikir setelah berkali2 kami bermasalah dengan kasus serupa dia bisa belajar gimana keinginan istrinya diperhatikan saat sakit. Tapi nyatanya ia tidak belajar.
Maaf, Mas… aku kecewa sama sikapmu.. yang kayak gini selalu kau ulangi terus.

Deja Vu… and I Hate Your Very Bad Behaviour Coming Back. Again… and Again.

Deja Vu… balik ke IGD semalam…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s