Cinta…

Dalam sadarku telah kusunting luka. Dan kuterima, sakitnya memang luar biasa. Inikah yang kubela?

~ Moammar Emka ~

Tanya, Apa itu CINTA

Tanya, apa itu CINTA...

Sakitnya luar biasa, lebih luar biasa karena kau menyangkalnya, menganggapnya sederhana. Yang terlihat sekarang adalah tanya, yang terbersit sekarang juga cuma tanya. Bagimu inikah definisi ‘Cinta’ ? Teregang kuat setelah janji setia itu berkumandang nyata.

Cinta itu menjaga, menyapa, setia, apa adanya. Cinta tidak akan membiarkan luka datang menyela. Mengurai ikatan simpul cinta dua anak manusia.

Tak seharusnya kau biarkan luka itu menyapa, menggores lara, membuat hati bertanya.

Apakah bagimu ini adalah pengejawantahan ‘Cinta’ ?

Apakah ini yang aku bela ? yang pantas aku terima ?

Cinta seharusnya menghadirkan tawa, bahagia… bukan lara.

Iklan

Akhirnya…

Silakan masuk! Pintu rasa itu slalu terbuka; demi dan untuk kebersamaan kita. Maukah? Mampukah? Karena sendiri, aku tak yakin mampu mengemas pulang kebahagiaan itu, untuk kita.

Sebagai kita, telah sampai dimana perjalanan rasa yang tersepuh? Sebagai anugerah, itulah posisimu. Sebagai bahagia yang terpatri kini, nanti dan di masa lalu. Sebagai kita, kebersamaan itu lebih dari bahagia, bagiku. Dan kuyakin, begitupun kamu.

Lalu,  segalanya beringsut ke tepi; tanpa merunut kata hati. Mungkinkah kembali seperti dulu lagi apa yang kau dan aku yakini sebagai kita setelah jarak dan rasa bisu menghitam-pekatkan kebersamaan?

Karena kau telah memenangkan hatiku, begitu juga sebaliknya.

Ternyata, kata “seharusnya” tak berlaku lagi untuk kita. Kini, aku tahu: kau yang memilih bergeser dari garisku, dan membungkam hilang kenangan itu.

~moammar emka~

Entah

Haruskah kita acuh dan mengingkari rasa saling itu?

Buncah rasa luar biasa saat bersamamu, tak merangkul waktu lagi. Dan aku tak terbiasa. Sendiri lagi, sanggupkahku?

Dalam sadarku telah kusunting luka. Dan kuterima, sakitnya memang luar biasa. Inikah yang kubela?

Mungkinkah ???? Entah !

Maaf, aku tak menyajikan apa-apa kecuali seikat kebersamaan. Kupikir, kamu mulai kecewa. Mungkinkah?

Jawabnya cuma ada : ENTAH!

Entah dimana, entah kapan masanya, cinta itu memanggilku lagi? Jika itu terjadi, semoga kamu lah tujuanku berlari —sekali lagi.

~Moammar Emka~